Pengalaman, Opini, dan Harapan

Tulisan Terbaru

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Translate

Pages

PENULIS

Foto Saya
Mantan guru di SD Muh. Condongcatur, Yogyakarta, sekarang asisten guru di Becker Elementary School, Iowa, Amerika.

Tulisan Pilihan

Mengapa Guru di Amerika Mengajarkan Beberapa Cara untuk Menyelesaikan Soal Matematika?

Siswa di Amerika diajari oleh guru dengan beberapa cara untuk menyelesaikan soal Matematika, tidak hanya cara yang dianggap guru paling ...

Popular Posts

Sabtu, 13 Januari 2018

Pembelajaran Matematika Pembagian di SD Amerika


Pembelajaran pembagian di kelas 4 digunakan untuk menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan situasi sebuah pembagian (a sharing situation) dan sebuah pengelompokkan (a grouping situation).
Siswa bisa menggunakan beberapa cara untuk menyelesaikan soal pembagian yang dinilai paling mudah dan atau efektif. Berikut ini beberapa cara yang digunakan siswa di kelas 4 yang saya dampingi.

Ilustrasi soal: Siswa kelas 4 yang berjumlah 144 akan melakukan kegiatan kunjungan ke museum. Sekolah menyediakan 6 bus untuk kegiatan tersebut. Berapa jumlah siswa setiap bus?

Cara 1 (mengubah menjadi perkalian):

Pembagian dan perkalian merupakan operasi yang berkebalikan, sehingga pembagian bisa diubah menjadi perkalian.

144 : 6 = ?

Mencoba mengalikan 6 sehingga mencapai 144.

6 x 10 = 60 (dicoba mengalikan dengan angka yang mudah atau angka bulat)
6 x 10 = 60
6 x 4 = 24
10 + 10 + 4 = 24

6 x 24 = 144
144 : 6 = 24

Cara 2 (mengurutkan kelipatan angka pembagi):

Mengurutkan kelipatan 6 sehingga mencapai 144.

6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66, 72, 78, 84, 90, 96, 102, 108, 114, 120, 126, 132, 138, 144

Kemudian menghitung jumlah semua urutan angka yang merupakan jawabannya, yaitu 24.

Cara 3 (mengelompokkan angka):

Mengelompokkan angka atau titik atau garis (biting dalam bahasa Jawa) dalam lingkaran sebanyak 6 kelompok dan menghitungnya sehingga mencapai 144.

Cara bitingan

Cara 4 (memecah angka yang dibagi):

144 = 120 + 24 (memecah 144 menjadi dua angka yang mudah dibagi dengan 6)
120 : 6 = 20
24 : 6 = 4
20 + 4 = 24

Catatan: belum diajarkan pembagian bersusun (poro gapit dalam bahasa Jawa)

Baca juga tulisan tentang: Pembelajaran Matematika Perkalian di SD Amerika

Minggu, 07 Januari 2018

Pembelajaran Matematika Perkalian di SD Amerika


Menyelesaikan soal perkalian dengan berbagai cara
Di kelas 4 siswa belajar tentang bagaimana menyelesaikan soal perkalian dengan faktor 2 angka (puluhan). Perkalian bisa digunakan untuk menghitung jumlah susunan benda yang teratur dengan jumlah sama (array), pengelompokkan benda dengan jumlah sama (equal group), penjumlahan berulang (repeated addition) dan kombinasi (combination). Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan soal perkalian seperti di bawah ini.

Ilustrasi soal susunan benda teratur: Perpustakaan sekolah mempunyai 27 rak buku. Setiap rak terdapat 25 buku. Berapa jumlah semua koleksi buku di perpustakaan?

Cara 1 (memecah satu bagian angka):

27 = 20 + 4 + 3 (memecah 27 menjadi 20, 4 dan 3)

20 x 25 = 500
4 x 25 = 100
3 x 25 = 75
500 + 100 + 75 = 675

atau

25 = 20 + 5 (memecah 25 menjadi 20 dan 5)

27 x 20 = 540
27 x 5 = 135
540 + 135 = 675

Cara 2 (memecah dua angka):

27 = 20 + 7
25 = 20 + 5

Langkah pertama:
20 x 20 = 400
7 x 20 = 140
400 + 140 = 540

Langkah kedua:
20 x 5 = 100
7 x 5 = 35
100 + 35 = 135

Gabungkan hasil langkah pertama dan kedua:
540 + 135 = 675

Cara 3 (membulatkan salah satu angka):

27 + 3 = 30 (menambahkan 3)

30 x 25 = 750
3 x 25 = 75
750 - 75 = 675 (hasil dikurangi 3 x 25)

Cara 4 (membuat perkalian setara):

a. Menggandakan salah satu angka dan membuat setengah satu angka lainnya:

Ilustrasi soal pengelompokkan benda: Korban banjir di dusun Sompok mendapatkan bantuan sembako dari siswa-siswa SD Pelangi sebanyak 35 kardus. Masing-masing kardus berisi 18 paket. Berapa jumlah semua paket sembako?

35 x 2 = 70 (digandakan)
18 : 2 = 9 (dibuat setengahnya)

70 x 9 = 630

b. Mengalikan 3 salah satu angka dan membagi 3 satu angka lainnya:

Ilustrasi soal kombinasi: Mahya mempunyai satu set mainan dress up yang berisi 15 macam celana dan 24 macam baju. Berapa kombinasi paduan antara celana dan baju yang bisa dibuat?

15 x 3 = 45 (dikalikan 3)
24 : 3 = 8 (dibagi 3)

45 = 40 + 5
40 x 8 = 320
5 x 8 = 40
320 + 40 = 360

Catatan: belum diajarkan cara perkalian bersusun.

Baca juga tulisan tentang: Pembelajaran Matematika Pengurangan di SD Amerika

Sabtu, 06 Januari 2018

Pembelajaran Matematika Pengurangan di SD Amerika


Ada beberapa cara atau strategi yang digunakan dalam memecahkan soal pengurangan dalam pembelajaran di kelas. Seperti halnya cara yang digunakan untuk memecahkan soal penjumlahan, siswa bisa menggunakan salah satu atau beberapa cara yang paling dikuasai dan atau paling mudah. Berikut ini beberapa cara pengurangan yang digunakan siswa di kelas 4 yang saya dampingi.

Ilustrasi soal: Hary mempunyai kelereng sejumlah 452. Ia memberikan 127 kelereng kepada adiknya. Berapa jumlah kelereng yang dimiliki Hary sekarang?

Cara 1 (Algoritma):

     4 12 (meminjam 10)
  452
-127
 325

atau bentuk panjang:

                                   40        12  
   452 = 400 + 50 + 2
- 127 = 100 + 20 + 7
    325 = 300 + 20 + 5

Cara 2 (mengurangi per bagian):

452 - 100 = 352 (ratusan)
352 - 20 = 332 (puluhan)
332 - 7 = 325 (satuan)

Cara 3 (menambahkan per bagian):

127 + 100 = 227 (ratusan)
227 + 100 = 327
327 + 100 = 427
427 + 20 = 447 (puluhan)
447 + 5 = 452 (satuan)
100 + 100 + 100 + 20 + 5 = 325

atau

127 + 300 = 427
427 + 20 = 447
427 + 5 = 452
300 + 20 + 5 = 325

Dengan bantuan garis

Cara 4 (mengurangkan ke belakang):

452 - 52 = 400
400 - 200 = 200
200 - 50 = 150
150 - 20 = 130
130 - 3 = 127
52 + 200 + 50 + 20 + 3 = 325

Dengan bantuan garis

Cara 5 (membulatkan angka):

452 - 130 = 322 (pengurang ditambah 3)
322 + 3 = 325 (karena pengurang ditambah 3, maka hasilnya ditambah 3)

atau

452 (+3) - 127 (+3) = (semua angka ditambah 3)
455 - 130 = 325

Baca juga tulisan tentang: Pembelajaran Matematika Penjumlahan di SD Amerika

Minggu, 31 Desember 2017

Pembelajaran Matematika Penjumlahan di SD Amerika


Seperti halnya mata pelajaran Menulis dan Membaca, Matematika juga merupakan mata pelajaran pokok di sekolah dasar Amerika. Mendampingi siswa dalam pembelajaran matematika khususnya penjumlahan memberikan pemahaman baru buat saya tentang menghargai perbedaan cara menjawab soal dan memahami tingkat kemampuan berfikir siswa. Hal ini karena setiap siswa mempunyai cara terbaik yang dikuasai untuk menyelesaikan soal penjumlahan disesuaikan dengan kemampuan berfikir siswa. Berikut ini beberapa cara penjumlahan yang saya temui di kelas 4:

Ilustrasi soal: Anto mempunyai 257 buku bacaan, ibunya membelikan buku bacaan bekas sebanyak 114 karena sedang obral. Berapa jumlah semua buku yang dimiliki Anto sekarang?

Cara 1 (Algoritma):

     1   (menyimpan 10)
   257
+114
  371 

Cara 2 (memecah angka):

200 + 100 = 300 (ratusan)
  50 + 10 =   60 (puluhan)
    7 + 4 =   11 (satuan)
300 + 60 + 11 = 371

atau

250 + 110 = 360
7 + 4 =   11
360 + 11 = 371

Cara 3 (penjumlahan vertikal):

  257
+114
     11 (satuan)
     60 (puluan)
 +300 (ratusan)
   371

atau

  257
+114
  300 (ratusan)
    60 (puluhan)
  +11 (satuan)
  371

Cara 4 (garis):

257 + 10 + 10 + 10 +10 +10 +10 +10 +10 + 10 + 10 +10 + 4 = 371

         +10   +10  +10  +10  +10   +10   +10   +10  +10   +10  +10   +4
<----|------|------|------|------|------|------|------|------|------|------|------|-----|---->
     257   267  277   287   297   307  317   327   337   347   357   367 371

atau

257 + 100 + 10 + 4 = 371

         +100               +10   +4
<----|-----------------|------|----|---->
     257                 357   367 371

atau

257 + 4 + 10 + 100 = 371

         +4   +10     +100
<----|-----|--------|--------------|---->
     257 261      271             371

Visualisasi dengan tulisan tangan
Cara 5 (membulatkan angka):

257 + 3      = 260 (ditambah 3)
260 + 100 = 360
360 + 14    = 374
374 - 3       = 371 (hasil dikurangi 3)

Catatan: mohon maaf angka-angka di keterangan garis tidak pas tempatnya, saya sudah berusaha tetapi belum berhasil. Angka-angka sudah pas pada tempatnya sebelum dipublish.

Baca juga tulisan tentang: Pembelajaran Menulis Teks Non Fiksi di SD Amerika

Jumat, 29 Desember 2017

Pembelajaran Menulis Teks Non Fiksi di SD Amerika


Pembelajaran menulis teks non fiksi yang dilakukan di kelas 4 yang saya dampingi berkaitan dengan pelajaran social studies (IPS) dengan tema "American Revolution". Sehingga antara pelajaran menulis dan IPS bisa dipadukan/diselaraskan. Tahapan pembelajarannya sebagai berikut:

Materi menulis ditempel di papan
Membaca Teks
Siswa membaca teks yang diberikan guru tentang American Revolution yang terdiri dari beberapa chapter/bagian antara lain: Stamp Act, Townshend Acts, Boston Massacre, Boston Tea Party, The Battle of Lexington, dan The Battle of Saratoga. Membaca teks dilakukan dengan dua cara, yaitu membaca nyaring bergantian beberapa siswa dengan sukarela dan membaca sendiri-sendiri tanpa suara per bagian.

Diskusi Kelas
Setelah selesai membaca per bagian dilanjutkan diskusi kelas tentang apa nama kejadian (what), siapa yang terlibat (who), di mana terjadinya (where), kapan terjadi (when), mengapa peristiwa itu terjadi (why), dan bagaimana kejadiannya dan dampaknya (how) serta apa yang bisa kita pelajari dari peristiwa tersebut.

Mencari dan Membaca Teks Lain
Siswa diberi tugas untuk mencari dan membaca teks lain tentang bagian-bagian American Revolution dari tulisan di internet maupun di buku. Agar siswa fokus pada tema yang dipelajari, guru memberikan alternatif link website yang sebelumnya sudah dicek. Sekolah menyediakan cromebook sebanyak lebih dari jumlah siswa 2 kelas yang bisa dipinjam untuk pembelajaran di kelas. Siswa bisa meminjam buku di perpustakaan kelas maupun perpustakaan sekolah. Siswa mencatat tentang bagian-bagian American Revolution dengan kaidah 5W + 1H menggabungkan dari beberapa tulisan.

Membuat Perencanaan Pembuatan Teks
Siswa diberi tugas membuat teks non fiksi tentang bagian-bagian American Revolution menggunakan bahasa sendiri. Sebelum menulis teks siswa membuat perencanaan penulisan dengan berpedoman pada kaidah 5W + 1H.

Menulis dan Mengedit Teks
Kegiatan selanjutnya adalah menulis teks tentang bagian-bagian Revolusi Amerika. Di sela-sela menulis siswa mengedit teks baik pilihan kata maupun isinya per paragraf.

Membacakan Teks di Depan Guru
Setelah teks selesai, siswa akan membacakannya di depan guru dan atau guru membaca teks siswa satu per satu dalam kelompok kecil. Guru akan memberikan masukan atau koreksi baik dari teknis menulis maupun isi teks.

Mengedit Teks
Tahap selanjutnya adalah mengedit teks berdasarkan masukan dan koreksi dari guru.

Mempublikasikan Teks
Siswa menulis teks dengan tulisan yang rapi dari hasil editan terakhir kemudian diserahkan kepada guru untuk dinilai dan hasilnya dilaporkan kepada orang tua pada saat Parent-Teacher Conferences (semacam rapotan).

Baca juga tulisan tentang: Pembelajaran Menulis Cerita Fiksi di SD Amerika

Selasa, 26 Desember 2017

Pembelajaran Menulis Cerita Fiksi di SD Amerika


Pembelajaran menulis di SD Amerika merupakan salah satu mata pelajaran pokok selain Matematika dan Membaca. Pengalaman saya mendampingi siswa belajar menulis di kelas ada beberapa hal yang menjadi catatan menarik. Saya mendampingi siswa kelas 4 triwulan pertama dan setengah triwulan kedua (Agustus sampai Desember 2017) ada empat materi menulis, yaitu menulis cerita fiksi, tulisan non fiksi, membuat ringkasan cerita fiksi, dan membuat ringkasan bacaan non fiksi.

Tahapan Menulis Cerita Fiksi
Pembelajaran Bahasa Inggris
Sebelum memulai materi menulis dan juga di sela-sela praktik menulis siswa belajar tentang beberapa materi bahasa Inggris seperti: tanda baca (titik, koma, tanda seru, titik dua, tanda petik), tema cerita, karakter tokoh cerita, latar cerita, alur cerita, dan majas. Pembelajaran bahasa Inggris juga dikaitkan dengan pembelajaran membaca yang dilakukan dengan berbagai metode seperti: menemukan tanda baca di buku cerita kemudian didiskusikan kegunaannya dengan melihat polanya, praktik membuat majas dengan kata-kata yang disiapkan guru, dan mengidentifikasi tema dan latar sebuah cerita. Antara pelajaran membaca, menulis, dan bahasa Inggris merupakan satu kesatuan yang saling terkait. Catatan-catatan materi pembelajaran pada kertas besar di tempel di dinding kelas agar siswa bisa melihat kembali dengan mudah, tentu saja juga siswa diberi kesempatan untuk menulis catatan materi pelajaran. Bahkan siswa juga diminta menuliskan tentang materi pelajaran yang ditemukan saat membaca cerita pada kertas rekat (sticky note) kemudian ditempelkan pada kertas catatan materi pelajaran.

Materi ditempel di dinding kelas
Mencari Ide Cerita
Mencari ide cerita dimulai dari kejadian yang pernah dialami tetapi berkesan bagi siswa, misalnya ada siswa yang mendapatkan ide cerita dari pengalamannya memelihara kucing. Siswa kemudian akan membuat cerita fiksi tentang kucing.

Membuat Perencanaan Cerita
Guru membacakan sebuah cerita kemudian diskusi tentang tokoh, karakter tokoh, latar, dan alur cerita kemudian membuat catatan dan contoh yang berkaitan dengan perencanaan cerita. Siswa kemudian akan membuat rencana ceritanya tentang tokoh cerita, latar cerita, dan alur cerita (prolog, mulai timbul masalah, masalah semakin berkembang, puncak masalah, mencari solusi untuk mengatasi masalah, masalah terselesaikan, epilog).

Menulis Cerita
Guru memeriksa perencanaan cerita yang dibuat siswa, jika perencaan siswa sudah sesuai yang diharapkan kemudian dilanjutkan dengan menulis cerita. Menulis cerita bisa beberapa kali pertemuan dan berbeda-beda waktunya setiap siswa. Sambil menulis siswa menggunakan kamus atau bertanya kepada siswa lain dan atau guru/asisten guru untuk memastikan penulisan kata yang benar. Siswa juga mengedit setiap paragraf yang sudah ditulis, baik tentang pemilihan kata maupun isi cerita.

Mengedit Cerita
Setelah siswa menulis cerita sekitar 2 sampai 5 halaman kemudian tulisan diedit lagi. Jika siswa merasa tulisannya sudah bagus kemudian dibacakan di depan guru dan atau dibaca guru. Guru akan memberi masukan dan catatan baik tentang cerita maupun teknis menulis.

Mempublikasikan Cerita
Tahap selanjutnya adalah mempublikasikan cerita. Mempublikasikan cerita adalah menulis cerita yang dianggap sudah bagus di kertas dengan tulisan rapi dan dikumpulkan untuk dinilai guru sebagai laporan kepada orang tua.

Untuk pembelajaran menulis cerita non fiksi dan membuat ringkasan akan saya tulis dalam tulisan berbeda.

Baca juga tulisan tentang: Mata Pelajaran dan Jadwal Pelajaran SD di Amerika

Sabtu, 23 Desember 2017

Pentingnya Peran Guru Pendidikan Khusus di Sekolah Dasar Amerika


Tulisan ini berdasarkan buku "The Paraprofessional's Handbook for Effective Support in Inclusive Classrooms" karya Julie Causton-Theoharis, "Including Students with Special Needs, A Practical Guide for Classroom Teachers" karya Marilyn Friend dan William D. Bursuck, dan pengalaman saya sebagai asisten guru di sebuah sekolah dasar Amerika.

Buku 1
Buku 2
Sekolah Inklusi
Sekolah inklusi menekankan semua siswa dengan apapun keadaan dan kebutuhannya bisa belajar bersama di sekolah reguler. Sekolah inklusi di Amerika merupakan amanat dari undang-undang the Individual with Disabilities Education Improvement Act (IDEA) 2004. Undang-undang ini mengamanatkan bahwa semua anak berkebutuhan khusus dijamin bisa bersekolah dan mendapatkan layanan yang dibutuhkan di sekolah publik. Dengan demikian hampir semua sekolah publik khususnya sekolah dasar di Amerika merupakan sekolah inklusi.

Ciri-ciri Sekolah Inklusi
Proporsi Alami
Jumlah siswa berkebutuhan khusus di setiap kelas menunjukkan proporsi alami di masyarakat (tidak lebih dari 12%).
Tim Mengajar
Setiap kelas diajar oleh guru kelas dan guru pendidikan khusus serta bisa ditambah asisten guru jika dibutuhkan.
Komunitas Belajar
Semua siswa merasa berada dalam komunitas belajar yang mana bisa saling membantu antar siswa dan dengan guru kelas maupun guru pendidikan khusus serta asisten guru.
Menghargai Perbedaan
Setiap siswa mempunyai kemampuan akademik, keadaan sosial, dan perilaku yang berbeda. Semua siswa mempunyai tujuan/target belajar yang sama tetapi berbeda-beda cara dalam mencapainya sesuai potensi dan kebutuhannya.
Pembelajaran Aktif
Siswa aktif berperan dalam pembelajaran: berpendapat, membantu teman, maju ke depan kelas, bekerja kelompok, dan praktik.
Siswa Berkebutuhan Khusus Tidak Belajar di Ruang Khusus
Sebisa mungkin siswa berkebutuhan khusus tetap belajar di kelas bersama siswa lainnya, guru pendidikan khusus, asisten guru, dan staf lain bisa membantu siswa tetap di kelas. Tetapi jika memang diperlukan siswa berkebutuhan khusus bisa belajar di ruang khusus dengan pertimbangan keefektifan layanan dan lebih fokus.

Peran Penting Guru Pendidikan Khusus
Dengan adanya siswa berkebutuhan khusus di kelas regular membutuhkan layanan yang berbeda dengan siswa lainnya. Bekerjasama dengan guru kelas dan asisten guru serta staf lain guru pendidikan khusus bertanggung jawab memberikan layanan berupa akomodasi dan modifikasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Guru pendidikan khusus juga bertanggung jawab untuk memecahkan masalah siswa berkebutuhan khusus yang muncul di kelas, mengevaluasi layanan, dan mengkomunikasikan perkembangan siswa dengan tim.
Akomodasi adalah penyesuaian cara siswa menerima informasi dan belajar. Akomodasi bisa berupa penyesuaian strategi pembelajaran, waktu dan penjadwalan, lingkungan, dan alat bantu.
Modifikasi adalah penyesuaian apa yang diharapkan dicapai siswa dalam pembelajaran. Modifikasi bertujuan agar siswa berkebutuhan khusus mempunyai kesempatan berpartisipasi dalam pembelajaran dan pengalaman pembelajaran bersama siswa yang lain tetapi dengan target capaian yang berbeda sesuai dengan kemampuannya. Bentuk modifikasi antara lain penyesuaian dalam tingkat capaian pembelajaran dan materi pelajaran.

Dampak Sekolah Inklusi
Bagi Siswa
Banyak penelitian yang membuktikan siswa berkebutuhan khusus yang sekolah di sekolah reguler mendapatkan banyak manfaat antara lain: mencapai prestasi akademik yang lebih tinggi, lebih termotivasi untuk belajar dan berprestasi, dan lebih senang belajar bersama teman sebaya.
Bagi Orang Tua
Kebanyakan orang tua menyambut positif pendidikan khusus di sekolah sekolah reguler. Mereka mempunyai keyakinan dengan belajar bersama siswa berkebutuhan siswa bisa meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan sosial. Penelitian menunjukkan siswa yang mempunyai teman siswa berkebutuhan khusus merasa lebih bersyukur dan mau membantu mereka misalnya menjadi teman bermain di play ground dan saat makan siang.
Bagi Guru
Dari hasil penelitian mengungkap bahwa guru dan administrator (kepala sekolah dan wakil kepala sekolah/lead teacher) memandang positif tentang pendidikan inklusi tetapi di sisi lain mereka harus menyiapkan dan melakukan akomodasi dan modifikasi pembelajaran yang tentu saja menambah beban kerja. Dengan adanya guru pendidikan khusus dan asisten guru serta staf yang lain banyak membantu melayani siswa berkebutuhan khusus.

Baca juga tulisan tentang: Semua Kelas dan Sekolah Publik di Amerika Inklusi?

Minggu, 12 November 2017

Semua Kelas dan Sekolah Publik di Amerika Inklusi?


Ruang Kelas di Sekolah Amerika
Setiap sekolah publik di Amerika tidak boleh menolak anak berkebutuhan khusus (ABK) berdasarkan undang-undang federal (the Individuals Disabilities Education Improvement Act of 2004). Dengan demikian hampir semua sekolah publik di Amerika merupakan sekolah inklusi yang mana ABK bisa belajar bersama siswa-siswa lain. Walaupun begitu, khususnya di Iowa masih ada sekolah khusus (semacam SLB) untuk melayani ABK yang orang tuanya tidak mau menyekolahkan di sekolah publik. Sebagai konsekuensinya hampir setiap kelas paralel mempunyai guru special needs dan staff pendukung seperti asisten guru dan behavior intervention specialist.

Berdasarkan data hampir 50% ABK di sekolah Amerika adalah anak berkesulitan belajar spesifik (special learning disabilities) dan 8% merupakan anak emotional disturbance, anak yang tidak bisa mengendalikan emosi (Julie Causton-Theoharis, 2009). Menurut pengamatan saya sekitar 4-6 siswa di kelas dengan jumlah siswa 30 adalah anak berkesulitan belajar dan 1-2 anak dengan gangguan emosi. Dua jenis ABK tersebut hampir selalu ada di setiap kelas.

Anak berkesulitan belajar spesifik merupakan gangguan satu atau lebih proses psikologi untuk memahami sesuatu atau penggunaan kalimat dalam tulisan dan ucapan. ABK ini ditandai dengan kesulitan mereka untuk mendengar, berfikir, mengucapkan, membaca, menulis, mengeja, dan menggerjakan perhitungan matematika ((Julie Causton-Theoharis, 2009). Sedangkan anak dengan gangguan emosi menunjukkan perilaku mudah marah, tidak bisa mengendalikan diri, menendang benda-benda di sekitarnya, mencoba menyakiti diri sendiri atau orang lain, berteriak-teriak, dan perilaku lain yang tidak terkendali dan tidak semestinya.  

Gaji Guru SD di Amerika


Tabel gaji guru SD per state di Amerika (businessinsider.com)
Guru di Amerika bukan merupakan pegawai pemerintah (negeri) tetapi pegawai district. District merupakan lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dari pre kindergarten sampai high school dengan mendapatkan dana dari pemerintah city, state, dan federal serta masyarakat. Setiap district mempunyai kebijakan sendiri untuk menentukan jumlah gaji guru dan staff lain. Setahu saya tidak ada standarisasi gaji guru baik setiap state maupun federal (nasional). Semakin besar kota berarti semakin besar pendapatan dari pajak, maka semakin besar pula gaji guru tetapi semakin mahal juga biaya hidup. Tabel diatas adalah gaji guru rata-rata setiap state dari semua masa kerja guru. Berikut ini adalah gaji guru di district Waterloo, Iowa tempat saya bekerja tahun 2017 untuk masa kerja satu tahun.

Gaji Guru BA (S1)
Gaji guru dengan ijazah Bachelor of Arts (S1) untuk tahun pertama adalah $33,994 per tahun. Setiap tahun gaji naik sekitar $1,000. Gaji akan dibayarkan per bulan walaupun saat libur summer guru tidak bekerja (sekitar 2,5 bulan). Sehingga gaji yang diterima setiap bulannya adalah $2,833, jika dirupiahkan dengan kurs $1 = Rp13.000 adalah Rp 36.829.000. Atau jika dihitung per jam sekitar $21.24. Guru bekerja 40 jam per minggu.

Catatan: penggunaan koma (,) dalam $ untuk memisahkan ribuan dan titik (.) untuk memisahkan cen

Gaji Guru MA (S2)
Guru dengan ijazah Master of Arts (S2) untuk masa kerja 3 tahun adalah $41,813 per tahun. Setiap tahun gaji naik sekitar $1,000. Gaji akan dibayarkan per bulan walaupun saat libur summer guru tidak bekerja (sekitar 2,5 bulan). Sehingga gaji yang diterima setiap bulannya adalah $3,485 jika dirupiahkan dengan kurs $1 = Rp13.000 adalah Rp 45.305.000. Atau jika dihitung per jam sekitar $26.13.

Catatan: mohon maaf saya tidak menemukan data gaji guru dengan ijazah S2 untuk masa kerja di bawah 3 tahun.

Minimum Wage (UMR) di Iowa
Minimum wage atau semacam UMR-nya State Iowa adalah $7.25 per jam atau $1.160. Jika gaji guru dibandingkan dengan UMR, maka gaji guru S1 dengan masa kerja 1 tahun adalah 2,44 kali atau 244% dari UMR.

Catatan
Gaji tersebut adalah gaji kotor karena belum dipotong pajak city, pajak state, federal dan SSN (social security number/jaminan sosial) yang jumlahnya sekitar 23% dari gaji.

Berapa Jumlah Jam Mengajar Guru SD di Amerika?


Guru dan Staf Becker Elementary
Jenis-jenis Guru SD di Amerika
Guru SD di Amerika ada beberapa jenis, yaitu:
1. Guru Kelas
Guru Kelas mengajar mata pelajaran Matematika, Reading, Writing, dan Content (IPA, IPS).
2. Guru Special Needs
Guru special needs membantu guru kelas untuk memberikan layanan khususnya kepada siswa berkebebutuhan khusus. Siswa berkebutuhan khusus tidak hanya siswa yang mempunyai ketunaan tetapi juga siswa yang mengalami hambatan belajar dan behavior problems. Setiap kelas paralel mempunyai satu guru special needs.
3. Guru Specialist
Guru specialist adalah guru olahraga, art (menggambar, melukis, kerajinan/craft), media (komputer, internet, penggunaan smartphone, dan penggunaan buku), dan musik.
4. Guru ESL (English as a Second Language) atau ELL (English Language Learning)
Guru ESL membantu siswa yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua agar kemampuannya sejajar dengan siswa lain sehingga bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
5. Guru ELP (Expanded Learning Program)
Guru ELP bertugas membantu siswa mengembangkan potensi dan bakat siswa, khususnya siswa yang mempunyai kemampuan lebih (anak cerdas dan berbakat).

Jam Kerja Guru di Amerika
Guru dan staff lain masuk paling lambat pukul 8.15 dan pulang pukul 3.45. Semua staff mendapat jatah waktu makan siang selama 30 menit secara bergantian dan istirahat (break) selama 15 menit di waktu pagi dan 15 menit di waktu siang. Waktu makan siang tidak dihitung jam kerja, tetapi untuk break dihitung jam kerja sehinga jam kerja guru dan staff adalah 7 jam per hari atau 35 jam per minggu. Tetapi dalam kenyataannya banyak guru yang sudah datang di sekolah sebelum jam 8 dan pulang setelah jam 4. Jika guru harus lembur 7 jam, misalnya saat ada Parent Teacher Conferences, maka akan diberi kompensasi libur 1 hari. Kegiatan Professional Development dilaksanakan di hari kerja, biasanya Jumat atau Senin, anak diliburkan sehingga tidak menambah jam kerja guru dan staff.

Jumlah Jam Mengajar Guru Kelas
Berikut ini perkiraan tentang jumlah jam mengajar guru kelas jika menggunakan standar jam pelajaran di Indonesia (40 atau 45 menit):
Matematika : 80 menit (2 jam pelajaran)
Content        : 40 menit (2 jam pelajaran)
Reading       : 80 menit (2 jam pelajaran)
Writing        : 80 menit (2 jam pelajaran)
Jumlah total 8 jam pelajaran per hari atau 40 jam pelajaran per minggu.
Selain saat break dan lunch, guru tetap bekerja walaupun sedang tidak mengajar, seperti pertemuan/rapat rutin semua guru paralel dengan kepala sekolah dan atau lead teacher, mengoreksi tugas atau tes, membuat media pembelajaran, dan menyiapkan pembelajaran.                

Jumlah Jam Mengajar Guru Specialist
Guru specialist khususnya olahraga, art, dan musik mengajar semua kelas dari Kindergarten sampai kelas 5 (K-5) dengan waktu mengajar per kelas 40 menit (1 jam pelajaran).  Jumlah kelas Kindergarten ada 4 kelas, Kelas 1 ada 4 kelas, Kelas 2 ada 4 kelas, kelas 3 ada 3 kelas, kelas 4 ada 3 kelas, dan kelas 5 ada 3 kelas. Jumlah kelas dari Kindergarten sampai kelas 5 adalah 25 kelas. Jumlah total jam mengajar 25 jam pelajaran per minggu. Guru specialist juga mendapat tugas tambahan membantu di cafeteria saat siswa sarapan dan membantu siswa di area penjemputan oleh bis sekolah saat pulang. Selain saat break dan lunch, guru tetap bekerja walaupun sedang tidak mengajar, seperti menilai tugas/project, membuat/menyiapkan media pembelajaran, dan menyiapkan pembelajaran.